Tuesday, November 08, 2005

susahnya jadi penyiar....

LOE KIRA GAMPANG JADI PENYIAR!!!
kalimat itulah yang nyaris terlontar keluar dari mulutku waktu pertama kali jadi penyiar baru yang tandem sama penyiar senior....
mungkin ada yang bertanya, gerangan apa yang terjadi sampai tampaknya emosiku agak tidak terkendali...
namanya juga penyiar yang baru n masih mentah banget, belum punya pengalaman apapun di bidang seperti ini, cuma modal bakat, niat dan suara yang ternyata tidak terlalu mengecewakan, aku berani menceburkan diri ke dunia yang ternyata kejam ini....
‘kalo lagi ngomong, permennya dibuang dulu donk’
‘wah, partner siaran loe ga asik Ngga (maksudnya Arlingga Panega)’
‘duh, penyiar baru ketawanya behave dong, cewek kok ketawanya begitu’
‘kalo baca ad libs jangan kaya ngafalin pelajaran dong’
dan masih banyak celaan dari pendengar yang komplain dengan penampilanku kala itu... ada juga sih yang memuji diri ini, walaupun tak usahlah kiranya kusebutkan karena tulisan ini dimaksudkan untuk menceritakan kepada anda para pembaca untuk memahami sakit hatinya seorang penyiar baru...
di balik semua itu ternyata memang maksud mereka baik, dan ada banyak sekali kelemahan yang harus aku perbaiki...
celaan 1: oh... ternyata artikulasiku buruk sekali dan terdengar seperti orang sedang berkumur...
celaan 2: wah, namanya juga anak baru yang biasanya pasang infus dan menjahit luka, tiba2x harus berpartner dengan penyiar sekaliber Angga, ya... mohon dimaklumi...
celaan 3: mungkin memang tertawa aku seperti layaknya ibu raksasa, tapi percayalah, di lain waktu akan berusaha aku perbaiki...
celaan 4: ya... nada bicaranya terdengar monoton dan datar mampuzzz!!!!

THANKS A BUNCH TO ALL LISTENERS... AKU AKAN BERUSAHA SEBISAKU UNTUK BERBUAT DAN MENGUDARA DENGAN LEBIH BAIK LAGI TANPA HARUS MENGUBAH KARAKTER ASLIKU.....

TAPI...
Tiba-tiba datang sepucuk pesan pendek dari seorang bernama Yayi di Pondok Indah pada tanggal 21 oktober 2005 tepatnya pada pukul:
22:30:39
22:30:56
22:31:40
22:42:21
22:42:38
yang isinya sama yaitu: gaya siaran aku semakin sok top seperti layaknya penyiar kondang, bacot kala on air seperti perempuan nakal, tertawaku menjijikkan, jelek, tengik ga punya dasar untuk jadi penyiar yang santun dan beberapa makian kasar lainnya yang SUMPAH!!! melukai hati sanubariku yang paling dalam.....

SETELAH ITU...
Pada tanggal 29 oktober 2005, pukul 17:33:23 tepatnya di jam siaran salah seorang teman sejawatku, datanglah secarik pesan singkat dari seseorang bernama Jade di Kelapa Gading, yang isinya kembali menusuk dan menyesakkan dada: mendingan elo deh daripada si Diana yang siaran, aduh mati aja deh, over PD, kalo ngomong kaya tukang jual obat di kaki lima, emang penyiar Female ga pernah dapet training ya??

BELUM BERAKHIR...
Kembali kuterima sepotong pesan pada jam siaranku di tanggal 04 November 2005 pukul 16:51:20 dari seorang bernama erika di tebet yang mengatakan bahwa topikku senantiasa tidak bermutu dan bahwasanya ia adalah anak salah seorang pemegang saham di radio tempatku bekerja dan ia pun tiada mau apabila radio ini jadi jelek hanya karena ulahku....

Setelah sempat sangat terpukul akibat 2 sms pertama, sms yang terakhir ini tiba-tiba membukakan mataku, dan setelah klik sana klik sini, perasaanku benar adanya, yayi, jade dan erika adalah orang yang sama, dengan nomor hp yang sama pula... BODOHNYA.... bila adanya dirimu hendak meneror diriku, mengapa tak kau gunakan nomor yang berbeda agar aku tiada mengetahui siapa sejatinya dirimu, apalagi kalu dirimu mengaku anak pemegang saham, mengapa pula tiada kaku katakan pada ayahmu untuk memecat saja diriku yang tidak kau sukai dan kau anggap tidak berguna...
Kuucapkan sepatah kata pada saat cut berikutnya dan satu cut berikutnya setelah itu... dan sampai masa kubuat tulisan ini tiadalah lagi kudapati pesan semacam itu...
Mulai saat itu akupun bertekad untuk melakukan yang terbaik dan mengeluarkan semaksimal mungkin kemampuan dan talenta yang telah diberikan Tuhan kepadaku... tanpa harus merasa putus asa.... apalagi merasa tidak berharga hanya karena ada beberapa sms yang menyakitkan.....
setelah dipikir-pikir, sms yang senista itu toh hanya dari satu orang yang mungkin tidak memiliki apaun yang bisa disyukurinya dalam hidup.....